GelarTikar Pendidikan Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 2 Mei

Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 2 Mei

Sejarah pendidikan nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei
Hari pendidikan nasional, diperingati setiap tanggal 2 mei (image source : shutterstock.com)

Setiap tahun, Indonesia selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional atau biasa disingkat Hardiknas. Kapan Hari Pendidikan Nasional diperingati? Ya, betul sekali, Hardiknas selalu diperingati setiap tanggal 2 Mei. Nah, penentuan tanggal tersebut bukan tanpa alasan. Melainkan, sesuai dengan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional atau yang sering disingkat Hardiknas mulai ditetapkan sejak 28 November 1959. Hal ini berdasarkan Surat keputusan Presiden nomor 305 tahun 1959.

Ki Hadjar Dewantara mempunyai peran yang sangat besar bagi pendidikan di Indonesia. Beliau merupakan pendiri Taman Siswa.

Menurut Presiden Soekarno, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah bangsanya. Untuk itu, agar pendidikan Indonesia semakin maju, harus kerap flash back pada perjuangan Ki Hadjar Dewantara.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Awal Perjuangan Ki Hadjar Dewantara

Membahas tentang Hardiknas tentu tak pernah lepas dari sosok Raden Mas Soewardi Soeryaningrat atau Ki Hadjar Dewantara. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.

Ki Hadjar dibesarkan pada lingkungan Kadipaten Pakualaman sehingga bisa lulus dari sekolah ELS atau setara dengan jenjang sekolah dasar. Kemudian, beliau melanjutkan lagi studinya di STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputera. Namun, beliau tidak sampai lulus karena terserang penyakit.

Beliau merupakan seorang aktivis pergerakan nasional. Pun, menjadi jurnalis di beragam surat kabar seperti Midden Java, Sedyotomo, De Express, Kaoen Moeda, Oetoesan Hindia, Poesara, dan Tjahaja Timoer.

Dari Boedi Oetomo ke Taman Siswa

Tiga Serangkai pendiri Indische Partij
Pendiri Indische Partij : Tjipto Mangoenkoesoemo, Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara), dan Ernest Douwes Dekker (image source : akamaized.net)

Sebagai wartawan, Ki Hadjar kerap menyampaikan kritik pada pemerintah Hindia Belanda, terutama tentang pendidikan. Dimana yang boleh mendapat pendidikan hanya orang kaya dan keturunan Belanda saja.

Awalnya, ia memperjuangkan pendidikan melalui organisasi Boedi Oetomo yang berdiri di tanggal 20 Mei 1908. Ini lah yang menjadi titik awal pergerakan nasional di Indonesia. Kemudian, Ki Hadjar keluar, lalu mendirikan Indische Partij dengan Ernest Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo. Tiga tokoh ini dijuluki sebagai Tiga Serangkai.

Namun, perjuangannya melawan belanda tidak mulus. Ki Hadjar Dewantara dan tiga serangkai diasingkan di Belanda tahun 1913. Penyebabnya adalah tulisan-tulisan di media dianggap berbahaya.

Memang, Ki Hadjar Dewantara mempunyai tulisan-tulisan yang tajam, antikolonial, dan komunikatif. Salah satu tulisan yang membuat Belanda meradang berjudul Als Ik Een Nederlander Was di tanggal 13 Juli 1913. Jika ditranslasikan, artinya adalah “Seandainya Aku Orang Belanda”.

Tulisan ini menyindir pemerintah Belanda yang selalu melakukan pesta kemerdekaan di negeri yang sudah mereka rampas kemerdekaannya. Bahkan, pesta dibiayai oleh penduduk yang dirampas kemerdekaannya.

Meski ada di pengasingan, jiwa pejuang Ki Hadjar Dewantara tak pernah surup. Ia bergabung dengan Indische Vereeniging (IV) yang menjadi organisasi pelajar Indonesia yang ada di Belanda.

Sesudah dipulangkan lagi ke Indonesia di tanggal 6 September 1919, beliau mendirikan lembaga pendidikan yang diberi nama Taman Siswa. Lokasinya ada di Yogyakarta.

Perguruan Nasional Taman Siswa yang didirikan 3 Juli 1922 ini jadi tolak ukur konsep awal tentang pendidikan yang ada di Indonesia.

Ki Hadjar Dewantara Diangkat Jadi Menteri Pendidikan Pertama

Belajar di Taman Siswa
Belajar di Taman Siswa (image source : wikipedia.org)

Salah satu filosofinya yang paling terkenal dan digunakan di dunia pendidikan adalah :

Ing ngarsa sung tuladha
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani

Arti kutipan tersebut adalah yang di depan memberikan teladan, yang di tengah memberikan bimbingan, dan yang di belakang memberikan dorongan. Kalimat “Tut Wuri Handayani” bahkan sampai saat ini dijadikan sebagai bagian dari logo pendidikan Indonesia.

Atas kepedulian dan perjuangannya terhadap pendidikan Indonesia, beliau pun diangkat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. Pengangkatan ini dilakukan pada pemerintahan Presiden Soekarno.

Ki Hadjar Dewantara diberikan gelar Dr.H.C atau doktor honoris causa dari UGM (Univesitas Gadjah Mada) di tahun 1957. Akan tetapi, perjuangannya dalam memajukan pendidikan harus usai karena dua tahun setelahnya beliau harus gugur. Tepatnya di tanggal 28 April 1959.

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei untuk menghargai jasa pejuang pendidikan Indonesia. Sehingga, setiap pelaku pendidikan bisa mengambil pelajaran dari perjuangan yang sudah ditorehkan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Makna Hari Pendidikan Nasional

Makna hari pendidikan nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei
Makna pendidikan nasional (image source : depkop.go.id)

Harusnya, Hari Pendidikan Nasional tidak hanya dijadikan sebagai sebuah perayaan saja. Melainkan juga jadi semangat bagi para pelaku bidang pendidikan untuk memajukan para siswanya. Semua institusi harus memanfaatkan fasilitas agar pendidikan Indonesia bisa berjaya.

Sebab, pendidikan adalah fondasi untuk membangun bangsa. Anak-anak yang terlahir dari pendidikan yang unggul dan berkarakter akan menjadi generasi terbaik yang akan mengambil lagi kejayaan bangsa.

Author: Anna

Saya Anna, sangat gemar menulis. Karena melalui tulisanlah, Saya bisa berbagi pengetahuan dan wawasan kepada para pembaca ... :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GelarTikar.com